Tampilkan postingan dengan label OS (Own Story). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OS (Own Story). Tampilkan semua postingan

Hubungan Perampokan, Ideologi Robinhood dengan Pemerintah

Sabtu, 06 November 2010 by Krisna M
Ternyata, selain pemusik, perampok juga dapat mengembangkan kreativitas. Sebuah perampokan gaya baru diperkenalkan di Sydney.
Metode Nge-rampok Terbaru
Sebelum dirampok, seorang wanita lanjut usia ini dilemparkan tinja oleh seorang pria berwajah baik.
Menurut polisi, pelaku pelemparan dan perampokan tersebut merupakan orang yang sama.
"Korban perampokan adalah wanita berusia 85 tahun. Ia baru saja mengambil uang dari Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Chatswood pada Rabu siang. Ketika itu, dia dilemparkan tinja manusia dari arah belakang," kata polisi, Kamis (4/11/2010).
Seseorang kemudian datang membantu dan mengantar nenek itu ke sebuah jamban untuk membersihkan diri.
"Namun, selain membantunya, pria itu memasukkan tangannya ke dalam tas jinjing dan mengambil dompet yang berisi uang," ujar polisi.
Penyerang itu diduga seorang warga Asia berumur sekitar 40 tahun dengan badan yang kekar dan mengenakan topi bisbol.
Polisi sedang memeriksa kemungkinan bahwa penyerangan ini terkait dengan penyerangan lainnya dan meminta siapa pun yang memiliki keterangan mengenai tindak kejahatan untuk melaporkannya kepada Crime Stoppers atau Lembaga Pengawasan Kriminal.

Kalo diliat-liat, perampoknya sih emang kreatif. Tapi, kreatifnya itu lho.. Nyusahin orang aja. Coba deh, misalkan uangnya itu mau dipake bayar santunan anak yatim. Gimana nasib anak yatimnya (hiks..hiks..) Saya hanya menyarankan, kalau mau jadi perampok (bukannya ngajarin ya) contoh lah Robinhood. Dia mencuri dari bangsawan dan mengembalikannya ke rakyat yang miskin.
Ideologi Robinhood itu sebenarnya sama dengan ideologi pemerintah di manapun di seluruh dunia terutama di Amerika. Mengambil pajak tinggi dan mengembalikan ke rakyat. Menurut rakyat, mungkin itu bagus, Tapi bagi para pengusaha (cita-cita saya kan jadi pengusaha lhoo :D) agak sedikit menyusahkan bisnis mereka. Dan sekarang kita lihat, banya orang yang nggak dapet uang pensiun mereka (di Amerika lho) bahkan kejadian paling baru itu di Prancis. Buruh pada ngamuk semua. Kalo buruh ngamuk semua, gimana roda ekonomi bisa jalan coba? Karena tanpa buruh, pengusaha tak dapat melakukan produksi. Kemungkinannya terjadi seperti ini adalah kenaikan pajak nggak balance dengan jumlah orang yang perlu disantuni per harinya. Ongkos sekarang juga mahal, jadi ribet semuanya. Kalo pemerintah Indonesia bikin tax policy kayak gini, bisa-bisa yang terjadi adalah
1. Pengusaha tambah susah karena pajak terlalu tinggi
2. Rakyat ga dapet apa-apa karena sebagian uang (bukannya su'udzon lho) sudah masuk ke kantong beberapa oknum terkait (contoh: pengadaan sarung aja di korupsi. ga takut neraka apa?)
Udah ah, daripada pusing mikirin bobrok macam apa yang sudah terjadi pada negeri dan tanah air kita tercinta ini, marilah kita ilhami dan resapi apa yang sudah saya tulis ini dan berusaha untuk memperbaiki citra tanah air kita yang tergolong korup ini di masa mendatang.
Ini postingan saya yang terakhir untuk minggu ini. Have a nice weekend, guys!
READ MORE - Hubungan Perampokan, Ideologi Robinhood dengan Pemerintah

YES!!!! SAYA LULUS TPA!!!!

Senin, 10 Mei 2010 by Krisna M
Yuhuu.... saya kembali menyapa kalian semua setelah sekian lama berhibernasi (alaah... cuman seminggu kok.) Saya merasa, akhir-akhir ini saya banyak mengalami kejadian menyenangkan (saya harap tren seperti ini terus berlanjut sih.....) dan kejadian yang menyenangkan yang paling terakhir yang saya rasakan adalah......... SAYA LULUS TPA SMAN 1 DENPASAR!!! Damn.... Kurang jelas??? Saya ulangi lagi... SAYA LULUS TPA DI SMAN  1 DENPASAR!!!! Rasanya kayak terbang gitu setelah saya melihat papan pengumuman yg ditempel di halaman. Setengah tidak percaya, saya kembali melihat papan pengumuman dan kembali mengambil kesimpulan cepat berupa... SAYA AKHIRNYA LULUS TPA DI SMAN 1 DENPASAR!!!! (lebay deh... sekali ajj kan udah keliatan gitu.)

Well, sebenarnya, bukan cuma saja yang mauk.. di kalangan temen-temen blogger, yg masup ke SMANSA ini adalah pemilik dari Aldi , Agung AP, Nugraha (BTW, ni anak pinter bgt... ) , Nia , Rahina Putra a.k.a Koming , Angga (yg ini juga pinter...) ,Prasta , dll. BTW, thx for the support yah... yang berdoa siang malam untukku seorang ( cih... siape loe??!!). Anyway, thx for everything dan semoga kita semua menjadi orang yang sukses dan berbakti keada bangsa dan negara, menghapal UUD 45, dan menjadi presiden di tahun 2030. Udah ah.. daripada tambah ngaco, bagi teman-teman yang linknya tidak dimasukkan, tolong isi kolom komentar beserta link yang akan ditulis (SMANSA only , kids!) Akhir kata, Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan dan mohon maaf lahir dan bathin. SELAMAT LIBURAN!! (N.B. : Gung, ngebandnya kapan nih???) Aq maw nengok-nengok dek keyboard yang baru nih.. Yang punya saran untuk synthesizer, silahkan!!)
READ MORE - YES!!!! SAYA LULUS TPA!!!!
Posted in Label: | 1 Comment »

Kabar Sepekan: Sengketa Tanjung Priok

Sabtu, 17 April 2010 by Krisna M
Beberapa waktu yang lalu, bahkan sampai hari ini, kita semua dapat melihat di semua program berita televisi akan adanya bentrokan yang terjadi antara Satpol PP dan warga masyarakat di Koja. Bentrokan ini menelan korban luka-luka dan korban jiwa baik dari pihak Satpol PP maupun dari pihak masyarakat. Hal ini dimulai dengan P.T. Pelindo yang bermaksud menertibkan bangunan disekitar makam Mbah Priok. Pewaris lahan makam Mbah Priok membantah bahwa P.T. Pelindo adalah pemilik lahan makam. Karena mereka sama-sama memiliki bukti kepemilikan lahan, kasus ini berlanjut di pengadilan. Setelah melalui proses pengadilan, P.T. Pelindo dinyatakan menang. Ketika bangunan tersebut akan ditertibkan, muncullah para pembela lahan makam dari berbagai kalangan masyarakat. Maka, terjadilah bentrokan itu.

Diberitakan bahwa sebelum bentrok terjadi, beberapa oknum Satpol PP melakukan provokasi kearah warga dengan melempari warga dengan batu. Tentu saja hal tersebut menyulut kemarahan warga. Maka, terjadilah bentrok tersebut. Seperti yang terlihat di televisi, Satpol PP menggunakan water cannon dan senjata berpeluru karet. Akibat dari peluru karet yang ditembakkan secara sembrono itu, seorang jurnalis dari TvOne tertembak. Mereka juga memukuli semua warga yang dilihatnya. Tidak peduli bahwa sebagian dari mereka adalah anak-anak. Mereka memukuli mereka tanpa ampun sehingga beberapa anak menderita luka berat akibat pukulan pentungan yang dibawa Satpol PP. Otomatis, warga pun berang dan menyerang Satpol PP dengan berbagai senjata yang mereka bawa seperti samurai dan potongan kayu. Bahkan ada diantara mereka melempar bom molotov kearah aparat.

Semestinya, sebagai aparat, mereka menjaga ketertiban di kalangan masyarakat. Satpol PP seharusnya menenangkan warga. Bukannya menyerang dengan brutal. Tapi kenyataannya, mereka malah melakukan provokasi yang menyulut amarah warga. Sila ke 3 dari Pancasila yang berbunyi Persatuan Indonesia, mendadak lenyap dari pikiran para abdi masyarakat itu. Mereka seharusnya memikirkan konsekuensi dari perbuatan mereka. Mereka membela diri dengan mengatakan bahwa surat perintah telah diturunkan dan mereka melakukan bentrokan karena menjalankan putusan pengadilan. Oke, itu memang putusan pengadilan tetapi, bukankah banyak cara untuk menyelesaikan masalah dengan manusiawi? Mengapa mereka harus memilih jalan bentrokan daripada melakukan mediasi karena menurut pemberitaan di televisi, makam tersebut tidak akan digusur melainkan akan dijadikan tugu dan monumen. Untunglah para korban bentrokan mendapat pengobatan gratis. Tapi, itu saja tidak cukup. Apakah tangan prajurit Satpol PP yang tertebas pedang samurai bisa kembali? Tentu tidak.

Sepertinya teori bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa tidak mereka pelajari dengan baik di sekolah dasar. Satpol PP seperti anak kecil yang kepandaian akalnya masih berfokus terhadap mainan. Jika tidak mendapat mainan, meereka akan mengamuk hingga mereka berhasil mendapatkan mainan mereka. Kalau seperti ini kejadiannya, siapa yang harus disalahkan? Anggota Satpol PP yang hanya menerima perintah ataukah sang penentu kebijakan? Apakah Satpol PP perlu dibubarkan ataukah perlu adanya penertiban kepada para abdi masyarakat ini?
READ MORE - Kabar Sepekan: Sengketa Tanjung Priok

About Me

Selasa, 06 April 2010 by Krisna M
Sebelum memulai postingan saya yang pertama, ijinkanlah diriku ini untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu (halaah, formal banget sich!)

Nama saya Agung Ridwan Syahputra. Saya berumur 14 tahun. Hobi saya adalah membaca, berenang, dan bermain musik. Cita-cita saya adalah menjadi businessman yang sukses and jadi presiden Indonesia (Amin...) Saya mulai blogging karena tugas sekolah dan juga karena terinspirasi oleh teman-teman saya yang seorang blogger.

Well, that's enough 'bout my self. Keep on tracking my post, ok.
READ MORE - About Me
Posted in Label: | 2 Comments »

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Daftar Isi